Senin, 23 Agustus 2010

Tips ‘n Trik Bersihkan CVT Honda Vario




Ada yang mengeluh saat membongkar CVT (continuously variable transmision) Honda Vario. Belum satu tahun pakai sudah terlihat kotor sekali. Padahal, daerah itu harus bebas dari debu, oli dan air. Bingungnya, dari mana debu bisa masuk ke ruang CVT?
Menurut Sarwono Edi, bukan kotoran yang masuk, melainkan terjadinya gesekan antara belt baru dan mangkuk CVT sehingga memungkinkan lapisan luar belt beradaptasi. “Seperti part mesin saat pertama kali bersentuhan memungkinkan ada sisa logam jadi kotoran,” lanjut Manager Technical ServiceDepartment PT Astra Honda Motor (AHM) itu.
Sebetulnya bisa meniadakan kotoran itu. Kuncinya, untuk motor baru harus dibersihkan ketika kilometer sudah menunjukkan 4.000 km awal. Setelah itu, Sarwono menganjurkan dilakukan setiap 8.000 km.
Jika Anda membersihkan sendiri, ketika membuka cover CVT ada gasket. Fungsi gasket yang ada bagian tengahnya itu  merapatkan cover CVT dengan rumahnya. Selain di Vario,  juga dipakai pada Suzuki Spin 125.
Beda dengan  Yamaha Mio. Selain untuk merapatkan celah antara dua coverCVT, dengan bentuk tengah  gasket menyambung antara atas dan bawah yang  berlubang di  bagian  depan dan belakang punya maksud. Yakni, membagi  ruang CVT menjadi dua bagian, sehingga aliran udara untuk pendinginan akan terkonsentrasi pada ruang V-Belt dan puli.
“Ini sangat membantu pendinginan dan membatasi kotoran yang masuk hanya pada bagian tempat V-belt, sehingga memudahkan saat  perawatan dan  pembersihan ruang CVT,” jelas Dado, Technical Publication PT Yamaha Motor kencana Indonesia.
Fungsi lainnya,  dari bentuk menjaga agar gasket tidak mudah tertekuk atau terlipat saat pemasangan maupun penyimpanan.

Tidak ada komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com